Sunday, May 30, 2010

Temanku Mantan Pembenci Islam

Salam,
Saya punya seorang teman yang dulu sangat membenci Islam. Seorang yang Rusak karena Rokok, Miras, dan Narkoba. Dia mengatakan padaku bahwa istrinya seorang katolik taat. Namun kini semuanya terbalik, kini dia menjadi pendiri sebuah yayasan pendidikan Islam dan istrinya-pun menjadi seorang aktivis islam pula.

Ketika saya bertanya kenapa kini dia seperti itu? Dia menjawab; Dulu ada seorang yang tanya padaku:"Mas, hebat ya manusia itu. Bisa menciptakan sebuah mesin fotokopi yang begitu rumitnya. Lalu bagaimana lebih pintarnya Yang menciptakan Manusia?" Dia merenung dengan pertanyaan itu. Setelah pertemuan itu dia ikut pengajian Ustadz yang memberinya pertanyaan.

Dalam pengajian, teman-ku itu tidak pernah disuruh sholat. Tidak pernah juga disuruh untuk berhenti merokok. Tidak pernah juga menyuruh untuk mengajak istrinya menjadi seorang muslimah.

Pengajiannya waktu itu hanya masalah mengenal kepada Allah. Dzat yang menciptakan manusia. Itu saja. Dan sang Ustadz itu juga sering kerumahnya. Sekedar memberi sabun mandi. Sekedar memberi mie instant. Dan menyarankan untuk membantu pekerjaan rumah istrinya.

Akhirnya diapun mengikuti saran Ustadz. Lebih rajin ikut pengajian, rajin membantu pekerjaan istri. Seiring dengan perjalanan waktu

Memang begitulah Islam.Saya, Anda atau Siapapun juga tidak akan tahu Islam jika Anda tidak pernah mempraktekkannya. Islam bukan hanya untuk dibaca dan dihafal tapi Islam untuk dilakukan. Nabi seorang yang buta huruf. Tidak mengenal tulisan. Dia mengajarkan Islam dengan mencontohkan Islam melalui tindakannya. Praktek! Praktek! dan Praktek! Maka dengan itu Anda akan memahaminya.

No comments:

Post a Comment